Jumat, 21 November 2014

PENGHANCUR KESUKSESAN

Meratap..

Hanya satu yang kupikirkan
tak ada yang lain

Seharusnya tak begini, tak seperti saat ini

Peluhan keringat dan mata memerah yang telah ku alami
telah kau buat percuma, tak berarti

Hanya inikah yang ku dapat?

Sekecil itukah?
Kau penyebabnya!
Kau dalang dibalik jeruji kekecewaan, juga kesuksesanku
Kau terbangkan itu semua hanya dengan tiupan kecil

Malu, harusnya kau malu!

Tak adakah dalam hatimu, sedikit saja rasa tanggung jawab?
Harusnya kau sadar, dan mengembalikan hakku itu!
Jika saja aku bisa memegang dan menghayatinya dengan baik
Aku pasti bisa meraih kesuksesan itu

Sabtu, 13 September 2014

AMANAH YANG TAK KU JAGA

Merangkulnya sungguh sulit

Aku pun tak mampu untuk itu
Jika Tuhan mempertanyakannya
Mungkin ku membisu
Tertunduk malu dalam kehinaan

Maaf Tuhan..

Amanah-Mu ku kesampingkan
Diri ini terlalu nyaman dengan nafsu
Namun lelah dalam kewajiban

Tolong keluarkan diri dari nafsu

Naungi diri dengan lindungan-Mu
Tenangi hati dengan rahmat-Mu

Aku datang pada-Mu dengan wajah berbasuh dosa

Pulangkan aku dalam diri yang suci
Seperti Engkau baru memperkenalkan ku pada dunia
PERPISAHAN

Saat pertama aku berjumpa denganmu
Rasanya seperti tenang dan tentram di kalbu

Setiap detik
Ku habiskan waktu hanya untuk selalu besamamu
Dalam kehangatan
Dalam kerinduan

Tapi kini kita harus berpisah
Seperti membuat jurang
Diantara jarak langkah kita
Tanpa sebab yang tak pernah ku mengerti

Sungguh sedih rasanya
Mengakhiri cinta dengan kebencian
Mengakhiri canda dengan tangis

Rabu, 16 Juli 2014

BARISAN KAMI PEMUDA PALESTINA

Tiada ku sesal berdiri di tepian jalan
Walau hanya batu senjataku melawan engkau
Ini negeriku dan kami pantas berontak

Perang tak akan usai sampai palestina mulia
Ku sadari sebiadab apa dirimu
Dan perlu kau tau ada Allah di atas sana
 

Aku kencang berlari
Biar ku hadang dengan apa yang ku punya
Rubuh saja tubuh ini
Biar ku syahid itu mati yang mulia
Barisan kami pemuda palestina
Mimpi jika engkau berharap kami berhenti
Perang tak akan usai sampai palestina mulia
Tanah suci ini kelak akan menjadi saksi
Saat kau terima kehancuran bertubi-tubi 


sumber: facebook 

Puisi ini saya masukkan dalam blog, untuk menjadi perhatian kita sesama muslim. Semoga bermanfaat.
CERITA SURAM BUMI KITA

Bumi tempat aku berpijak
Di sinilah tanah kelahiranku
Dipenuhi tumbuhan hijau
Terhampar, seluas mata memandang

Tapi itu dulu..
Kini semua telah berubah
Hutan jadi perumahan
Ladang jadi tanah lapang
Seiring waktu, kehijauan pun mulai lenyap

Burung – burung tak mau berkicau
Jangkrik tak lagi mengerik
Kupu -  kupu pun juga tak ingin
Memperlihatkan keelokan sayapnya

Apakah kalian sudah tak peduli ?
Padahal tanpa tumbuhan
Tak ada oksigen

Lalu dengan apa kita akan bernapas ?
Akankah kita mencari alternatif lain ?
Tidak !

Sadarlah kawan
Mari bersama, perbaiki bumi
Jangan merusak tanah kita sendiri
Dan jadilah khalifah yang baik

KENANGAN DIRIMU

Pandangan pertama saat jumpa
Memandang wajahmu sungguh mempesona
Tak mampu wajah ini berpaling
Dari matamu yang menatap penuh arti

Suatu kenangan yang bahagia
Terlukis dan terukir cantik
Dalam bingkai cinta

Senyummu bangkitkan gairah hidup
Yang berujung pada keberhasilan
Menggapai sebuah harapan

Seandainya
Waktu bisa ku permainkan
Ingin rasanya terulang kembali

Semoga saja
Bayangan yang temaniku
Saat sepi dan rindu padanya
Berharap dapat tersenyum untukmu

Entah kapan
Merasakan kenangan untuk yang kedua kalinya