SALAM
Ada kalanya kegelapan tiba
Agar sinar yang ditunggu membuka hijabnya
Perlahan namun pasti
Pekik-pekik keduniawian yang bersemayam
Ingin berlari, menjerit dalam sakit
Titah-Nya adalah sebuah anugerah terindah dalam hidup
Jelmaan kebesaran-Nya indah nan langka
Aku bersujud dalam segala kehormatan cinta
Hari kesaksian akhirnya tiba
Salam kebenaran bentangkan sayapnya
Terbangkan diri pada sebuah ilham Ilahi
Temukan sejuta puisi indah dan berkesan disini. Ini adalah karyaku sebagai awal mula kesuksesanku.
Jumat, 15 April 2016
Jumat, 18 Maret 2016
MELANKOLIS SANG WAKTU
Susah sungguh hadapi sebuah tragedi
Jejak yang kau kubur terlalu dalam
Sudah terlambat tuk kembali
Kabur sudah jalan pulang
Harapan biarlah tersemat tetap
Sertakan guyuran hujan penyesalan
Sebab pelangi tak lagi muncul
Ku mendusta pada diri
Tengoklah bayang air
Terkikis gelombang pasang
Batu kesaksian pun runtuh
Ikut hanyut dalam kedukaan
Yang tersisa hanyalah seikat mawar
Berserakan pada lapisan marmer putih
Kering dan layu
Bersamaan kenangan yang telah direnggut
Susah sungguh hadapi sebuah tragedi
Jejak yang kau kubur terlalu dalam
Sudah terlambat tuk kembali
Kabur sudah jalan pulang
Harapan biarlah tersemat tetap
Sertakan guyuran hujan penyesalan
Sebab pelangi tak lagi muncul
Ku mendusta pada diri
Tengoklah bayang air
Terkikis gelombang pasang
Batu kesaksian pun runtuh
Ikut hanyut dalam kedukaan
Yang tersisa hanyalah seikat mawar
Berserakan pada lapisan marmer putih
Kering dan layu
Bersamaan kenangan yang telah direnggut
Kamis, 17 Maret 2016
PILU JINGGA
Nampak sorotan sinar remang terpampang
Menggantung diantara dua waktu
Sentuhan kecil bergelayut mungil
Terbang bersamaan daun yang gugur
Titah rindu terdengar pilu
Isak tangis sesekali sedu-sedan
Gelimang rasa mulai terkuak
Menjembatani sesak yang masih tertinggal
Tertatih memulai langkah
Tuk tolong si pilu jingga
Berikan kasih balutkan peluk
Dengarkan kisah deru kesepian
Sinar pilu perlahan luluh
Lebur dalam hari nan kian gelap
Jejak tangis ikut terbenam
Bertangan bulan yang sabit
Melukis kejora malam
Nampak sorotan sinar remang terpampang
Menggantung diantara dua waktu
Sentuhan kecil bergelayut mungil
Terbang bersamaan daun yang gugur
Titah rindu terdengar pilu
Isak tangis sesekali sedu-sedan
Gelimang rasa mulai terkuak
Menjembatani sesak yang masih tertinggal
Tertatih memulai langkah
Tuk tolong si pilu jingga
Berikan kasih balutkan peluk
Dengarkan kisah deru kesepian
Sinar pilu perlahan luluh
Lebur dalam hari nan kian gelap
Jejak tangis ikut terbenam
Bertangan bulan yang sabit
Melukis kejora malam
Minggu, 13 Maret 2016
KHAYALAN MALAM
Ada banyak kenangan yang mengantung di langit-langit malam
Sebagai perhiasan mimpi maupun masa lalu yang tertidur
Atau bahkan bersembunyi di balik rimbun kenyatan
Dalam senandung rindu
Biarlah ku limpahkan kepenatan
Pada bayang-bayang malam yang terus menghantui
Namun aneh
Kala cahaya tiba, dia menghilang tanpa jejak dan suara
Sekali saja, ijinkan aku ikut
Ada banyak kenangan yang mengantung di langit-langit malam
Sebagai perhiasan mimpi maupun masa lalu yang tertidur
Atau bahkan bersembunyi di balik rimbun kenyatan
Dalam senandung rindu
Biarlah ku limpahkan kepenatan
Pada bayang-bayang malam yang terus menghantui
Namun aneh
Kala cahaya tiba, dia menghilang tanpa jejak dan suara
Sekali saja, ijinkan aku ikut
JALAN BERDEBU
Aku lelah berdiam dalam bayang
Mencoba gapai cahaya di ujung rambu
Penat ku langkahi jalan berdebu
Dipeluk dingin dalam deru bersenandung
Serial drama episode terakhir
Ku titipkan pada cinta yang remang
Melalui mimpi biarlah ku tersihir
Dalam hati yang masih bergejolak bimbang
Jejak-jejak luka yang terdampar
Masih saja ingin ku ambil
Meski hati akan lusuh terkapar
Ku ikhlas jika kau turut andil
Aku lelah berdiam dalam bayang
Mencoba gapai cahaya di ujung rambu
Penat ku langkahi jalan berdebu
Dipeluk dingin dalam deru bersenandung
Serial drama episode terakhir
Ku titipkan pada cinta yang remang
Melalui mimpi biarlah ku tersihir
Dalam hati yang masih bergejolak bimbang
Jejak-jejak luka yang terdampar
Masih saja ingin ku ambil
Meski hati akan lusuh terkapar
Ku ikhlas jika kau turut andil
KISAH DIBALIK KABUT
Kenapa awan berubah kabut?
Saat senja pun masih
Jalan kini bak misteri
Kematian seakan melapangkan tangan menunggu kehancuran
Ini bukan neraka
Namun wajar kita gelisah
Desah nafas kini berharga
Kesehatan sudah jadi harga mahal
Kerinduan akan hijau
Kini menggelora
Cerita tentang kedamaian
Cerita tentang kepatuhan
Cerita tentang keindahan
Itulah sekepul kabut
Yang berkeliaran membumbung tinggi
Ini, kedukaan akan bumi
Akan tanah yang tandus dan hangus
Oleh kebejatan manusia
Kenapa awan berubah kabut?
Saat senja pun masih
Jalan kini bak misteri
Kematian seakan melapangkan tangan menunggu kehancuran
Ini bukan neraka
Namun wajar kita gelisah
Desah nafas kini berharga
Kesehatan sudah jadi harga mahal
Kerinduan akan hijau
Kini menggelora
Cerita tentang kedamaian
Cerita tentang kepatuhan
Cerita tentang keindahan
Itulah sekepul kabut
Yang berkeliaran membumbung tinggi
Ini, kedukaan akan bumi
Akan tanah yang tandus dan hangus
Oleh kebejatan manusia
Langganan:
Postingan (Atom)