Sabtu, 17 Oktober 2015

SURAT BERAMPLOP BIRU

Langit cerah memang menyenangkan
Bermantel hangatnya mentari di bawah pohon beringin
Coklat dan bunga, wow sungguh manis
Menjadi yang dipuji, memang menyenangkan

Surat cinta yang pertama
Hmm, seperti apa rupanya?

Bersampul amplop biru berikon love, sungguh menawan
Kertas putih berpena pelangi 
menggodaku tuk terus mengamati isinya

"Dear My Love, Reisya Artlyn.
Musim gugur dua tahun lalu, kini silih berganti. 
Sejak kau hadir, suasana hatiku bersemi kembali. 
Tak banyak yang ku harap, hanya keramahan dan senyuman kecil itu.
Hari pertama di kampus, masih ku ingat jelas.
Tolong perkenankan aku tuk hadir dalam kekosongan itu.
Aku selalu ingin menjadi satu-satunya orang yang melihat senyuman tulusmu itu, lagi.
From your secret admirer, R."
NOSTALGIA 5 TAHUN LALU

Penaku terus saja menulis tanpa penat
Hingga tinta biru ini membentuk ribuan goresan kenangan 
di atas lembaran kertas usang
Tentang nostalgia indah 5 tahun lalu

Suasana itu ku curahkan bebas
Berharap lagi meski hanya sebuah deja vu
Suatu hal yang kurasa berharga telah ku temui dulu
Namun perasaan, menghancurkan segalanya

Rekayasa emosi itu
bagian dari kebiasaan burukku
Maaf membuatmu kecewa
Inilah aku,
mungkin ini pula sebab kebencianmu

Jumat, 16 Oktober 2015

MELODI RINDU

Hal terindah, dimana kenyataan terwujud
Kecemasan dan kegelisahan
hilang bersama bergantinya musim

Ku ingat di musim itu,
bunga sakura di tepi jalan bertaburan
dan kau memungutnya, untukku
Saat itu, jejak kaki kita berbekas
oleh basahnya embun dan bunga yang berguguran

Ku ingat di musim itu
Trotoar basah, kita lewati
bersama guyuran hujan yang tak menepi
Demam saat itu, kau temani hingga bisa ku berdiri

Kenangan di musim itu,
ku anggap melodi rindu dalam sebuah lagu cinta