Jumat, 18 Maret 2016

MELANKOLIS SANG WAKTU

Susah sungguh hadapi sebuah tragedi
Jejak yang kau kubur terlalu dalam
Sudah terlambat tuk kembali
Kabur sudah jalan pulang

Harapan biarlah tersemat tetap
Sertakan guyuran hujan penyesalan
Sebab pelangi tak lagi muncul
Ku mendusta pada diri

Tengoklah bayang air
Terkikis gelombang pasang
Batu kesaksian pun runtuh
Ikut hanyut dalam kedukaan

Yang tersisa hanyalah seikat mawar
Berserakan pada lapisan marmer putih
Kering dan layu
Bersamaan kenangan yang telah direnggut

Kamis, 17 Maret 2016

PILU JINGGA

Nampak sorotan sinar remang terpampang
Menggantung diantara dua waktu
Sentuhan kecil bergelayut mungil
Terbang bersamaan daun yang gugur

Titah rindu terdengar pilu
Isak tangis sesekali sedu-sedan
Gelimang rasa mulai terkuak
Menjembatani sesak yang masih tertinggal

Tertatih memulai langkah
Tuk tolong si pilu jingga
Berikan kasih balutkan peluk
Dengarkan kisah deru kesepian

Sinar pilu perlahan luluh
Lebur dalam hari nan kian gelap
Jejak tangis ikut terbenam
Bertangan bulan yang sabit
Melukis kejora malam

Minggu, 13 Maret 2016

KHAYALAN MALAM

Ada banyak kenangan yang mengantung di langit-langit malam
Sebagai perhiasan mimpi maupun masa lalu yang tertidur
Atau bahkan bersembunyi di balik rimbun kenyatan

Dalam senandung rindu
Biarlah ku limpahkan kepenatan
Pada bayang-bayang malam yang terus menghantui

Namun aneh
Kala cahaya tiba, dia menghilang tanpa jejak dan suara
Sekali saja, ijinkan aku ikut
JALAN BERDEBU

Aku lelah berdiam dalam bayang
Mencoba gapai cahaya di ujung rambu
Penat ku langkahi jalan berdebu
Dipeluk dingin dalam deru bersenandung

Serial drama episode terakhir
Ku titipkan pada cinta yang remang
Melalui mimpi biarlah ku tersihir
Dalam hati yang masih bergejolak bimbang

Jejak-jejak luka yang terdampar
Masih saja ingin ku ambil
Meski hati akan lusuh terkapar
Ku ikhlas jika kau turut andil
KISAH DIBALIK KABUT

Kenapa awan berubah kabut?
Saat senja pun masih
Jalan kini bak misteri
Kematian seakan melapangkan tangan menunggu kehancuran

Ini bukan neraka
Namun wajar kita gelisah
Desah nafas kini berharga
Kesehatan sudah jadi harga mahal

Kerinduan akan hijau 
Kini menggelora
Cerita tentang kedamaian

Cerita tentang kepatuhan
Cerita tentang keindahan
Itulah sekepul kabut
Yang berkeliaran membumbung tinggi

Ini, kedukaan akan bumi
Akan tanah yang tandus dan hangus
Oleh kebejatan manusia