Jumat, 15 April 2016

SALAM

Ada kalanya kegelapan tiba
Agar sinar yang ditunggu membuka hijabnya
Perlahan namun pasti
Pekik-pekik keduniawian yang bersemayam
Ingin berlari, menjerit dalam sakit

Titah-Nya adalah sebuah anugerah terindah dalam hidup
Jelmaan kebesaran-Nya indah nan langka
Aku bersujud dalam segala kehormatan cinta

Hari kesaksian akhirnya tiba
Salam kebenaran bentangkan sayapnya
Terbangkan diri pada sebuah ilham Ilahi

Jumat, 18 Maret 2016

MELANKOLIS SANG WAKTU

Susah sungguh hadapi sebuah tragedi
Jejak yang kau kubur terlalu dalam
Sudah terlambat tuk kembali
Kabur sudah jalan pulang

Harapan biarlah tersemat tetap
Sertakan guyuran hujan penyesalan
Sebab pelangi tak lagi muncul
Ku mendusta pada diri

Tengoklah bayang air
Terkikis gelombang pasang
Batu kesaksian pun runtuh
Ikut hanyut dalam kedukaan

Yang tersisa hanyalah seikat mawar
Berserakan pada lapisan marmer putih
Kering dan layu
Bersamaan kenangan yang telah direnggut

Kamis, 17 Maret 2016

PILU JINGGA

Nampak sorotan sinar remang terpampang
Menggantung diantara dua waktu
Sentuhan kecil bergelayut mungil
Terbang bersamaan daun yang gugur

Titah rindu terdengar pilu
Isak tangis sesekali sedu-sedan
Gelimang rasa mulai terkuak
Menjembatani sesak yang masih tertinggal

Tertatih memulai langkah
Tuk tolong si pilu jingga
Berikan kasih balutkan peluk
Dengarkan kisah deru kesepian

Sinar pilu perlahan luluh
Lebur dalam hari nan kian gelap
Jejak tangis ikut terbenam
Bertangan bulan yang sabit
Melukis kejora malam

Minggu, 13 Maret 2016

KHAYALAN MALAM

Ada banyak kenangan yang mengantung di langit-langit malam
Sebagai perhiasan mimpi maupun masa lalu yang tertidur
Atau bahkan bersembunyi di balik rimbun kenyatan

Dalam senandung rindu
Biarlah ku limpahkan kepenatan
Pada bayang-bayang malam yang terus menghantui

Namun aneh
Kala cahaya tiba, dia menghilang tanpa jejak dan suara
Sekali saja, ijinkan aku ikut
JALAN BERDEBU

Aku lelah berdiam dalam bayang
Mencoba gapai cahaya di ujung rambu
Penat ku langkahi jalan berdebu
Dipeluk dingin dalam deru bersenandung

Serial drama episode terakhir
Ku titipkan pada cinta yang remang
Melalui mimpi biarlah ku tersihir
Dalam hati yang masih bergejolak bimbang

Jejak-jejak luka yang terdampar
Masih saja ingin ku ambil
Meski hati akan lusuh terkapar
Ku ikhlas jika kau turut andil
KISAH DIBALIK KABUT

Kenapa awan berubah kabut?
Saat senja pun masih
Jalan kini bak misteri
Kematian seakan melapangkan tangan menunggu kehancuran

Ini bukan neraka
Namun wajar kita gelisah
Desah nafas kini berharga
Kesehatan sudah jadi harga mahal

Kerinduan akan hijau 
Kini menggelora
Cerita tentang kedamaian

Cerita tentang kepatuhan
Cerita tentang keindahan
Itulah sekepul kabut
Yang berkeliaran membumbung tinggi

Ini, kedukaan akan bumi
Akan tanah yang tandus dan hangus
Oleh kebejatan manusia

Sabtu, 17 Oktober 2015

SURAT BERAMPLOP BIRU

Langit cerah memang menyenangkan
Bermantel hangatnya mentari di bawah pohon beringin
Coklat dan bunga, wow sungguh manis
Menjadi yang dipuji, memang menyenangkan

Surat cinta yang pertama
Hmm, seperti apa rupanya?

Bersampul amplop biru berikon love, sungguh menawan
Kertas putih berpena pelangi 
menggodaku tuk terus mengamati isinya

"Dear My Love, Reisya Artlyn.
Musim gugur dua tahun lalu, kini silih berganti. 
Sejak kau hadir, suasana hatiku bersemi kembali. 
Tak banyak yang ku harap, hanya keramahan dan senyuman kecil itu.
Hari pertama di kampus, masih ku ingat jelas.
Tolong perkenankan aku tuk hadir dalam kekosongan itu.
Aku selalu ingin menjadi satu-satunya orang yang melihat senyuman tulusmu itu, lagi.
From your secret admirer, R."
NOSTALGIA 5 TAHUN LALU

Penaku terus saja menulis tanpa penat
Hingga tinta biru ini membentuk ribuan goresan kenangan 
di atas lembaran kertas usang
Tentang nostalgia indah 5 tahun lalu

Suasana itu ku curahkan bebas
Berharap lagi meski hanya sebuah deja vu
Suatu hal yang kurasa berharga telah ku temui dulu
Namun perasaan, menghancurkan segalanya

Rekayasa emosi itu
bagian dari kebiasaan burukku
Maaf membuatmu kecewa
Inilah aku,
mungkin ini pula sebab kebencianmu

Jumat, 16 Oktober 2015

MELODI RINDU

Hal terindah, dimana kenyataan terwujud
Kecemasan dan kegelisahan
hilang bersama bergantinya musim

Ku ingat di musim itu,
bunga sakura di tepi jalan bertaburan
dan kau memungutnya, untukku
Saat itu, jejak kaki kita berbekas
oleh basahnya embun dan bunga yang berguguran

Ku ingat di musim itu
Trotoar basah, kita lewati
bersama guyuran hujan yang tak menepi
Demam saat itu, kau temani hingga bisa ku berdiri

Kenangan di musim itu,
ku anggap melodi rindu dalam sebuah lagu cinta

Minggu, 13 September 2015

HUJAN

Hujan di siang ini,

membawa awan kelabu dari belahan bumi utara
Nampaknya juga, mentari di atas sana enggan keluar
Bahkan kehangatannya tak bisa mengalahkan dinginnya hujan
Rentetan lamunan mulai mengisi pikiranku,
seperti ingin mengajakku kembali pada ingatan masa lalu
Sepintas, sambaran kilat mengagetkanku
Mengajakku untuk sadar dan kembali melanjutkan aktifitas

Senin, 22 Juni 2015

SENDIRI
karya: Alfan Shidqon

Ku intip gemuruh riuh ombak samudra 
Bergejolak indah bagai mutiara 
Diaduk angin malam yang menggelora
Dihujani gelapnya malam yang sedikit gulita
Penaku dilumat tulisan 
Menantimu tak kunjung datang
Sepucuk cahaya merah kini telah hilang
Bersama tiang yang meleleh di atas karang
Ku coba kembangkan sayap, namun aku tak bisa terbang
Ku coba lentangkan bunyi, namun engkau tak jua datang 
Ditemani sepi, aku pun mati

Jumat, 21 November 2014

PENGHANCUR KESUKSESAN

Meratap..

Hanya satu yang kupikirkan
tak ada yang lain

Seharusnya tak begini, tak seperti saat ini

Peluhan keringat dan mata memerah yang telah ku alami
telah kau buat percuma, tak berarti

Hanya inikah yang ku dapat?

Sekecil itukah?
Kau penyebabnya!
Kau dalang dibalik jeruji kekecewaan, juga kesuksesanku
Kau terbangkan itu semua hanya dengan tiupan kecil

Malu, harusnya kau malu!

Tak adakah dalam hatimu, sedikit saja rasa tanggung jawab?
Harusnya kau sadar, dan mengembalikan hakku itu!
Jika saja aku bisa memegang dan menghayatinya dengan baik
Aku pasti bisa meraih kesuksesan itu

Sabtu, 13 September 2014

AMANAH YANG TAK KU JAGA

Merangkulnya sungguh sulit

Aku pun tak mampu untuk itu
Jika Tuhan mempertanyakannya
Mungkin ku membisu
Tertunduk malu dalam kehinaan

Maaf Tuhan..

Amanah-Mu ku kesampingkan
Diri ini terlalu nyaman dengan nafsu
Namun lelah dalam kewajiban

Tolong keluarkan diri dari nafsu

Naungi diri dengan lindungan-Mu
Tenangi hati dengan rahmat-Mu

Aku datang pada-Mu dengan wajah berbasuh dosa

Pulangkan aku dalam diri yang suci
Seperti Engkau baru memperkenalkan ku pada dunia
PERPISAHAN

Saat pertama aku berjumpa denganmu
Rasanya seperti tenang dan tentram di kalbu

Setiap detik
Ku habiskan waktu hanya untuk selalu besamamu
Dalam kehangatan
Dalam kerinduan

Tapi kini kita harus berpisah
Seperti membuat jurang
Diantara jarak langkah kita
Tanpa sebab yang tak pernah ku mengerti

Sungguh sedih rasanya
Mengakhiri cinta dengan kebencian
Mengakhiri canda dengan tangis

Rabu, 16 Juli 2014

BARISAN KAMI PEMUDA PALESTINA

Tiada ku sesal berdiri di tepian jalan
Walau hanya batu senjataku melawan engkau
Ini negeriku dan kami pantas berontak

Perang tak akan usai sampai palestina mulia
Ku sadari sebiadab apa dirimu
Dan perlu kau tau ada Allah di atas sana
 

Aku kencang berlari
Biar ku hadang dengan apa yang ku punya
Rubuh saja tubuh ini
Biar ku syahid itu mati yang mulia
Barisan kami pemuda palestina
Mimpi jika engkau berharap kami berhenti
Perang tak akan usai sampai palestina mulia
Tanah suci ini kelak akan menjadi saksi
Saat kau terima kehancuran bertubi-tubi 


sumber: facebook 

Puisi ini saya masukkan dalam blog, untuk menjadi perhatian kita sesama muslim. Semoga bermanfaat.
CERITA SURAM BUMI KITA

Bumi tempat aku berpijak
Di sinilah tanah kelahiranku
Dipenuhi tumbuhan hijau
Terhampar, seluas mata memandang

Tapi itu dulu..
Kini semua telah berubah
Hutan jadi perumahan
Ladang jadi tanah lapang
Seiring waktu, kehijauan pun mulai lenyap

Burung – burung tak mau berkicau
Jangkrik tak lagi mengerik
Kupu -  kupu pun juga tak ingin
Memperlihatkan keelokan sayapnya

Apakah kalian sudah tak peduli ?
Padahal tanpa tumbuhan
Tak ada oksigen

Lalu dengan apa kita akan bernapas ?
Akankah kita mencari alternatif lain ?
Tidak !

Sadarlah kawan
Mari bersama, perbaiki bumi
Jangan merusak tanah kita sendiri
Dan jadilah khalifah yang baik

KENANGAN DIRIMU

Pandangan pertama saat jumpa
Memandang wajahmu sungguh mempesona
Tak mampu wajah ini berpaling
Dari matamu yang menatap penuh arti

Suatu kenangan yang bahagia
Terlukis dan terukir cantik
Dalam bingkai cinta

Senyummu bangkitkan gairah hidup
Yang berujung pada keberhasilan
Menggapai sebuah harapan

Seandainya
Waktu bisa ku permainkan
Ingin rasanya terulang kembali

Semoga saja
Bayangan yang temaniku
Saat sepi dan rindu padanya
Berharap dapat tersenyum untukmu

Entah kapan
Merasakan kenangan untuk yang kedua kalinya